Sabtu, 14 Agustus 2010

INOVASI PENDIDIKAN ANAK DAN PEMUDA ERA ORDE BARU

Oleh: Zaenal Irawan, dkk.


LATAR BELAKANG
Perkembangan pendidikan Indonesia sebagai buah dari politik etis (politik balas budi) yang dilakan Belanda telah menimbulkan perubahan bagi sebagaian rakyat. Pendidikan yang dilakukan oleh Belanda tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja tetapi juga menumbuhkan semangat bangsa Indonesia untuk merdeka. Hal ini banyak dibuktikan dengan lahirnya organisasi Budi Utomo di Yogyakarta pada 20 Mei 1908 oleh Dr. Wahidin Sudirohusido yang tujuanya adalah “kemajuan bagi Hindia”. Usah ini meluas diseluruh Nusatara dan banyak organisasi-organisasi bermunculan seperti Serikat Islam di Solo (1911) oleh H. Samanhudin, Pasundan di Jakarta pada 9 September 1914, Serekat Sumatra (1918) dan lain-lain.

Pada tahun 1925 didirikan Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia yang tujuanya adalan Indonesia Merdekan. Pada tangal 26-28 Oktober 1928 mengadakan kongres yang kedua dan menghasilkan kebulatan tekat yang disebut Sumpah Pemuda. Dan akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia memperoleh kemerdekaannya. Dengan kemerdekaan yang diperoleh ini, bangsa Indonesia berharap bisa merdeka secara lahir dan batin sesuai dengan apa yang tertuang dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Kemerdekaan yang baru diperoleh ini perlu dipertahankan dan diisi dengan segala perbaikan diberbagai bidang.

Pada masa pemerintahan presiden Soekarno, wajah pendidikan sudah mulai nampak dan terbentuk akan tetapi disisi lain bangsa ini belum merdeka secarah utuh karena masih terdapat pergolakan seperti  banyaknya muncul pemberontakan-penberontakan mulai yang datang dari luar hingga dalam negeri sendiri. Salahsatunya adalah pemberontakan yang kita kenal dengan gerakan 30 September 1965 oleh PKI. Gerakan ini menambah kacau sistem pemerintahan Indonesia. Sebagai upaya stabilisasi, dikeluarkan surat perintah 11 Maret yang intinya untuk membubarkan PKI dan ini akhir dari masa Orde Lama. Sejak ditumpasnya peristiwa G-30 S/PKI pada 1 oktober 1965, bangsa Indonesia telah memasuki fase baru yang kita namakan Orde Baru.

Mengingat arti penting pendidikan, pemerintah pada masa Orde Baru memberi perhatian khusus pada sektor ini. Dalam hal ini pendidikan bagi anak-anak dan pemuda menjadi prioritas utama. Dan melalui pendidikan mereka diharap mampu menjadi manusia Indonesia seutuhnya.


HAKIKAT PENDIDIKAN ANAK DAN PEMUDA
Perlunya dilakukan pendidikan anak dan pemuda pada hakehatnya adalah :
  • Anak dan Pemuda mampu menjadi manusia yang dewasa.
  • Usaha dalam mempersiapkan anak dan pemuda agar mampu dan diterima sebagai bagian dari anggota masyarakat.
  • Mengembangkan potensi yang dimiliki anak dan pemuda.
  • Mempersiapkan anak dan pemuda sebagai pengisi kemerdekaan  dan penerus bangsa.


PENDIDIKAN PADA MASA ORDE BARU
Sebagaimana yang telah disampaikan diatas, pendidikan pada masa Orde Baru bertujuan membentuk manusia Pancasila sejati berdasarkan ketentuan-ketentuan seperti dikehendaki oleh Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Selain itu pendidikan diharap mampu membentuk manusia yang mempertinggi mental, moral, budi pekerti, kecerdasan dan keterampilan, memperkuat keyakinan beragama dan mengembangkan fisik yang kuat dan sehat. Tujuan pendidikan ini tertuang dalam  ketetapan MPRS Nomor XXVII/MPRS/1966, Bab II Pasal 3.

Tujuan Pendidikan pada masa Orde Baru tidak hanya dituangkan dalam bentuk kurikulum pendidikan dan melalui inovasi-inovasi pendidikan yang salah tujuan akhirnya mampu menciptakan anak dan pemda Indonesia sebagai manusia pancasila sejati.

INOVASI - INOVASI PENDIDIKAN
Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP)
Proyek ini disebut Proyek Perintis, karena bermaksud menjelajahi tahap pertama beberpa inovasi untuk diketahui tingkat efektifitas dan efisiensinnya melalui proses penilaian yang sistematis sebelum disebarluaskan. Proyek sekolah pembangunan bertujuan untuk menghasilkan manusia Indonesia yang cakap, trampil, kreatif, berkesadaran bermasyarakat dan mampu membudayakan alam sekitar, serta dapat menjadi manusia yang dapat memperkembangkan diri sendiri secara optimal, sesuai dengan kecerdasan, bakat dan minatmasing-masing, sehingga memiliki kepribadianyang seimbang dan berjiwa makaryaserta bertanggu jawab terhadap kesejahteraan masyarakat dan tanh air.

Proyek Pamong
Proyek ini kepanjanggan dari Pendidikan Anak oleh Masyarakat, Orang Tua, dan Guru. Tujuan proyek ini adalah disamping menjajaki dan menentukan alternative sistem penyampinggan pendidikan dasar yang efektif, ekonomis dan merata. Diamana para anak dan pemuda diberi kesempatat untuk belajar tanpa adanya batasan tempat.

Kuliah Kerja Nyata
Program ini diperuntukan bagi para mahasiswa yang memiliki tujuan:
  • Memberi pengalaman praktis kepada mahasisiwatentang pembangunan di desa.
  • Membiasakan para mahasiswa kepada masalah pembangunan.
  • Menyadarkan para mahasiswa tentang pentinggnya peranan desa dalam pembangunan.
  • Menimbulkan, menumbuhkan dan mengembangkan potensi yang dimiliki masyarakat dalam rangka pembangunan.


Pendidikan Pramuka Transmigrasi
Poyek ini telah dimulai sejak 1970 di Jombang Jawa Timur dan merupakan proyek perintis yang akan mencari balikan (Free Beck) untuk kegiatan yang lebih luas dansistematik dimasa berikutnya. Tujuan utama dari proyek ini adalah:
  • Memberi lapangan kerjabagi anak-anak putus sekolah.
  • Menjadikan penduduk desa agar menaruh minat terhadap pembangunan dan mengurangi minat penduduk untuk pindah ke kota (urbanisasi).
  • Untuk mendukung pemerintah dalam memecahkan masalah pengangguran dan pemerataan pembangunan.
  • Para pramuka diberikan pelatihan keterampilan di bidang perternakan, pertanian, bercocok tanam hingga mengelola dan menjual hasil pertanian.


Pusat Kegiatan Belajar
Proyek Pusat Kegiatan Belajar dimulai pada pertengahan tahun 1973. teknik yang digunakan ialah pengajaran klasikal dengan menggunakan alat-alat audio visual, ceramah, kerja kelompok, Bimbingan dan penyuluhan.

Badan Usaha Tenaga Sukarela Indonesia (BUTSI)
Proyek yang telah dimulali sejak tahun 1969 dengan mengerahkan tenaga sukarelawan untuk tinggal didesa. Tujuannya adalah untuk mengenalkan, memperkuat dan mempertahankan gotong royong kepada para generasi muda dengan cara melibatkannya pada kegiatan-kegiatan pembangunan desa.


Eksperimentasi Siaran Radio Pendidikan
Gagasan ini muncul 1968 di Daerah Istimewa Yogyakarta dan selenggarakan oleh P dan K dan RRI. Sasrannya dalah murid-murid Sekolah Dasar kelas III-VI dan SMP. Tujuaannya adalah untuk mengefisiensikan sisaran radio dalam menunjang pendidikan. Dan di Semarang sasarannya adalah guru-guru Sekolah Dasar.

Program Pembinaan Bakat
Proyek ini bertujuan membantu murid dan mahasiswa yang berbakat dan berprestasi. Bantuan dan Beasiswa diberikan kepada murid dan mahasiswa disetiap jenis tinggkat pendidikan.

Sistem Kegiatan Belajar Masyarakat
Sistem berdasarkan prinsip pendidikan seumur hidup, maka selain pendidikan di sekolah maka pendidikan di luar sekolah harus pula dikembangkan, sehingga dapat menghasilkan atau menjadi sumber tenaga manusia dalam. Tujuanya adalah teridentifikasinya dan terkembangkanya sisitem dan pola belajar masyarakat yang berdasarkan  sumber-sumber pendidikan  dan kebutuhan. Dengan sasaran pemuda/pemudi usia 10 – 24 tahun.

Pemerataan pendidikan dengan Teknologi dan Komunikasi Pendidikan
Suatu program yang bertujuan memenfaatkan teknologi Komunikasi dan pengembangan kebudayaan merupakan jalan yang ditempuh dalam cita-cita pembangunan bidang pendidikan. Cirri-cirinya adalah pemerataan kesempatan dan pemerataan mutu bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Terbuka.
Sekolah Menengah Pertama Umum yang kegiatannya sebagian besar dilaksanakan diluar gedung sekolah dengan cara menyampaikan pelajaran melalui berbagai media dan interaksi tatap muka yang terbatas antara guru dan murid.  

Program Wajib Belajar
Program yang diwancanakan sejak Pelita pertama ini memiliki tujuan Meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan, dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air. Dan diprioritaskan pada pendidikan dasar anak usia 7-12 tahun.

Universitas terbuka
Universitasa Terbuka ini sama halnya dengan SMP terbukan yang memiliki tujuan utamamemberi kesempatan kepada masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tingginya tanpa harus pembatasab ruang dan waktu.

Pembinaan Generasi Mud
Sebagaiman telah diketahuai bersama bahwa pemuda murupakan salahsatu pelopor pergerakan bangsa. Berdasarkan hal tersebut, Menteri Negara Urusan Pemuda pada tanggal 12 Maret 1946 membuat suatu kebijakan yang pada intinya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memberi pembinaan kepada generasi muda dengan memdirikan organisasi- organisasi pemuda, olahraga dan seni budaya. Sebagi contoh pada SMTP atau SMTA dengan OSIS, Kampus/Mahasiswa dengan Organisasi Mahasiswa Intra Universitas dan pada Masyarakat organisasi pemuda, organisasi Mahasiswa, organisasi Olahraga, dll.

Menagkal Kenakalan Anak atau Remaja
Program ini bertujuan mengurangi dampak kenakalan pada anak dan remaja dengan cara mencari faktor- faktor penyebab kenakalan dan melakukan pengurangan terhadap faktor penyebab itu baik melalui keluarga, sekolah maupun masyarakat.


REFRENSI:
  1. Priyono, Onny S.1980. Situasi Pendidikan Di Indonesia. Jakarta: Centre For Strategic And International  Studies (CSIS).
  2. Ahmadi, Akhmad. 1967. Pendidikan Masa Kemasa. Bandung : CV Armico.
  3. Gunawan, Ary H. 1995. Kebijakan – Kebijakan Pendidikan. Jakarta : Reneka Cipta.
  4. Ihsan, Fuad. 1997. Dasar- dasar Kependidikan. Jakarta : Rineka Cipta.




Tidak ada komentar: