___“Those who fail to learn the lessons of history are doomed to repeat them” (George Santayana)1. Mereka yang gagal mengambil pelajaran dari sejarah dipastikan akan mengulang pengalaman sejarah itu. Ini berarti sejarah berulang kembali (I’histoire se repete). Begitu pula dengan segala kekacauan dan kecarut-marutan yang ada didalamnya akan ikut terulang dan terulang.
___George Bernard Shaw pernah berkata, “if history repeats itself, and the unexpected always happens, how incapable must man be of learning from experience”2. Jika sejarah terus berulang, manusia sangat sulit bahkan tidak mampu, untuk tidak mengulangi sejarah yang buruk. Sekiranya pernyataan ini pantas disematkan bagi pelaksanaan OSPEK FIP.
___Bagaimana tidak, pertanda ini sudah nampak pada awal persiapannya. Kamuflase seleksi kepanitian dan pemandunya.
___Mungkin pemikiran semacam ini kalian anggap terlalu picik. Karena tak menghargai cucuran keringat dan kurasan tenaga, kalian. Bagi kami tidak, lantaran masih banyak hal yang megecewakan. Semacam ini, sudah pernah terjadi dahulu kala, dahulu, sekarang, esok maupun yang akan datang.
___Lihat, penilaian yang subjektif nampak padanya. Meskipun panjang alur dan prosesnya, tapi tetap saja terpatahkan karena pertimbangan subjektif dan kedekatan objektif. Mirisnya, yang dianggap sebagai kemajuan dan pembaharuan dengan melibatkan seluru lapisan ormawa ternyata hasilnya masih mengecewakan dan hampir “nisbi”.
___OSPEK sebagai hajat dan tanggungjawab bersama, justru tak mampu mengakomodir kebutuhan para penanggungjawabnya. Hasil investigasi mendapati kenyataan, komunikasi yang pada masa lampau telah terjalin mesra antarormawa, kini semu. Pelibatan ormawa hanya sebatas di ruang sidang saja. Dan tak ada kesempatan bagi pertimbangan dan rekomendasi untuk mereka yang tak mampu mengakses dingginya ruang sidang. Padahal, rekomendasi tersebut disertai jaminan dan kepastian dari para pimpinan organisasi jurusan. Bahwa delegasinya adalah yang terbaik yang mereka punya dan keyakinan mampu ikut serta menyukseskan OSPEK FIP. [Berlaku bagi pemandu dan panitianya].
___Komposisi yang repesentatif bagi organisasi jurusanpun dikaburkan. Lima belas menit hasil wawancara, diyakinin yang paling valid. Mengindahkan, bahkan tidak mengikutsertakan saran dari pimpinan organisasi mahasiswa jurusan. Mengecewakanya lagi, analisis keberterimaan publik tidak digunakan untuk menetukan para koordinator panitian dan pemandu. Pengambilan keputusan otoriter dan sepihakpun mewarnai penetapan seleksi “abal-abal” ini. [Kemunduran memilukan].
___Tak perlu gusah kawan. Inilah kebebasan berpikir era demokrasi. Bulan mei, progresifnya waktu persiapan—ini kemajuan. Akantetapi, menyisihkan para mantan motor pengerak ospek fip 2009 adalah kemerosotan. Mereka yang kaya pengalaman sebagai pelaku sejarah dan pelaksana ospek pada masa itu tidak terpakai lagi. Khususnya dalam mempersiapkan dan memberi pendampingan ekskusif bagi panitia dan pemandu sekarang. Apa mereka dianggap miskin pengalama? Ataukah kalian anggap mereka tidak punya kemapuan untuk ikut serta menyukseskan ospek?
___Maka tidak mengherankan jika setiap kali ospek dilaksanakan kesalahan dan keburukan yang sama selalu terlulang dan berulang. Mulai dari persiapan hingga pelaksanaanya. Inilah lingkaran setan bagi ospek kita.
___Bila pandangan ini benar. Ospek sebagai proses pendidikan hanya akan mampu menghasilkan “Robot Manusia” yang terbuat dari kaleng susu. Tanpa mampu berfikir, tak punya rekam jejak pengalaman dan kemampuan untuk diberikan kepada pelaksana ospek tahun 2010 ini. Kami turut berduka, bagi mantan aktor penggerak panitia dan pemandu ospek 2009. [Tragis, bak kaleng susu].
___Belum lagi, manakala ospek tiba pada waktunya. “Kebodohan” yang sama selalu diulang-ulang. Cuma aktornya saja yang berbeda. Dapat diprediksi, bila permasalah diawal ini tidak segera diselesaikan, waktu persiapan yang lebih lama, menguras banyak tenaga, proses panjang dan berbelit-belit akan menghasilkan kualitas ospek tak jauh beda dengan tahun lalu. Mungkin, akan lebih buruk lagi.
___Selamat, bagi para panitia dan pemandu 2010. Kalian telah memenangkan kompetisi ini, tapi persiapkanlah diri kalian untuk menjadi “Robot Manusia” dari kaleng juga. Sebagaimana pendahulu kalian. Cirinya, jika kalian tidak diberikan kebebasan untuk berfikir, berkreasi, berinovasi dan menciptakan suatu hal yang lebih baik dan berkesan dibanding ospek yang telah kalian alami, dulu. Semoga. kalian bukan kepanitiaan dan pemandu berjuluk “Rabot Manusia” yang hanya menjalankan intruksi dari segelintir manusia yang mengklaim kaya pengalaman. Terlebih lagi, jika kalian
mengikuti jejak langkah yang penuh lubang dan perangkap, sebagaimana pernah dilalui kepanitiaan dan pemandu sebelumnya.
___Ingat, kesuksesan ospek tidak hanya terletak pada kalian semata. Amati, cermati dan pelajari segala rambu dan pengalaman yang pernah ada. Belajarlah dari siapa saja. Banyak jalan menuju Roma. Kebenaran tidak berasal dari satu sumber saja. Warna yang indah tidak hanya satu, bila dikombinasikan akan lebih indah tentunya. Isilah kaleng susu dengan tumbuhan yang dapat membawa manfaat dan menjauhlah dari lingkaran setan ini. [Semoga-Amin].
1 Amin Rais. 2008. Agenda Mendesak Bangsa: Selamatkan
Indonesia. Yogyakarta: PPSK Press.
2 ibid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar