Yang terhormat,
Dekan FIP (Bapak Prof. Dr. Achmad Dardiri, M. Hum.);
Pembantu Dekan III (Bapak Bamabang Saptono, M. Si.);
Yang saya hormati:
Teman-teman mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan, dan;
Seluruh peserta sidang Mubesma,
Assalammualiakum Wr. Wb.
Selamat pagi dan Salam sejahtera bagi kita semua.
Dengan kesadaran penuh dan rasa penyesalan mendalam, saya tuliskan pertanggungjawaban sebagai seorang yang pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (DPM FIP) masa bakti tahun 2010/2011. Rasa penyesalan ini semakin diperparah dengan kekecewaan mendalam terhadap diri sendiri karena belum mampu memberi yang terbaik bagi fakultas tercinta melalui DPM FIP.
Untuk mengawali bentuk pertanggujawaban moral ini, Saya ingin mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh civitas akademika FIP. Terkhusus – permohonan maaf ini Saya tujukan kepada Dosen yang tak pernah lelah mengurusi mahasiswa, Bapak Bambang Saptono, M.Si., serta teman-teman mahasiswa yang dulu pernah memberi kepercayaan besar dengan penuh pengharapan kepada Saya untuk dapat membawa kemajuan bagi DPM FIP maupun ORMAWA.
Satu tahun kepengurusan DPM FIP telah berlalu. Bagi Saya, optimisme besar diawal kepengurusan, manakal DPM FIP memiliki 14 anggota. Seinggat Saya, terdapat 3 mahasiswa pernah menjabat sebagai ketua HIMA yang kaya akan pengalaman organisasi dan insaAllah telah sukses membawa kemajuan bagi HIMAnya; 5 mahasiswa angkatan 2008 cukup memiliki pengalaman organisasi; dan 6 mahasiswa angkatan 2009 yang memiliki kemauan keras untuk belajar dan termasuk sumberdaya potensial untuk regenerasi DPM ke depan. Akan tetapi, pada bulan ketiga kepengurusan berubah menjadi pesimisme.
Berdasar pada keyakinan diri, bahwa tiga bulan pertama adalah waktu yang paling menentukan bagi kemajuan suatu organisasi (Bila dalam tiga bulan pertama suatu organisasi telah membangun pondasi yang kuat dan sistematis, maka dapat dipastikan tiga bulan berikutnya kemajuan mudah untuk diwujudkan. Begitu juga sebaliknya). Hal ini berdasarkan kenyataan, hingga kini DPM tidak memiliki visi-misi ataupun tujuan yang akan dicapai dalam satu tahun kepengurusan; rencana kerja (proker) dan kejelasan sistem manajeman kepengurusan.
Sebagai seorang yang memiliki visi, pengalaman, kesempatan dan harapan. Bersama beberapa anggota DPM telah diusulkan dan diupayakan hal-hal yang harus dilakukan pada awal kepengurusan, seperi: restrukturalisasi, pembagian ranah kerja dan penyususnan rencana kerja. Tidak lupa, semua hal tersebut berusaha dilakukan. Akan tetapi lisan tak sejalan dengan gerak tubuh; kesepakatan di dalam ruang tak lagi berarti di luar ruangan dan ternyata sebagian eliti legislatif-eksekutif FIP tak begitu paham dengan sistem yang mereka bangun, banggakan dan jalankan. Republik Mahasiswa (DPM FIP ReMa dan BEM FIP ReMa). Sehingga pesimisme tersebut berakhir dengan kekecewaan mendalam.
Kekecewaan tersebut terjadi manakala, konsep legislatif tidak dijalankan dengan baik. Fungsi legislasi, advokasi, controlling dan budgeting. Salah satunya, seharusnya sistem pengambilan keputusan berada ditanggan seluruh anggota DPM, akan tetapi sering terjadi keputusan sepihak; DPM tak kunjung memiliki dasar gerak yang terperinci dan jelas, meskipun telah diususlkan; DPM lebih fokus pada urusan eksternal FIP, ketimbang advokasi kepentingan mahasiswa dan HIMA; Elit BEM risih dengan transparansi dan akuntabilitas publik. Dari kondisi demikianlah, Saya dan beberapa anggota DPM, merasa dihianati oleh sistem yang dibangga-banggakan sebagian elit mahasiswa yang ternyata tak mampu mereka jalan.
Pada tanggal 24 Mei 2010, secara tertulis saya menyatakan mengundurkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Fakultas (DPF) sekaligus anggota Majelis Permusyawaratan Mahasisw (MPM) yang terpilih melalui sidang Musyawarah Besar Mahasiswa (MUBESMA FIP 2010). Dilanjutkan pada tanggal 10 Juni 2010, secara tertulis saya mengundurkan diri jabatan sebagai Wakil Ketua DPM 2010. Hal tersebut, saya putuskan dengan kesadaran penuh dan pertimbangan matang berdasarkan kenyataan dilapangan dan hasil evaluasi diri.
Untuk mengingatkan, visi saya untuk DPM kala itu meliputi: (1) Melakukan reformasi legislatif mahasiswa; (2) Melakukan restrukturalisasi DPM FIP; (3) Memlakukan formulasi sistem penerimaan beasiswa; (4) Rekonsiliasi jam buka PKM FIP (21.00 WIB); (5) Melakukan tinjauan terhadap anggaran ORMAWA FIP; (5) Mempertajam fungsi Check and Balances terhadap BEM FIP; (6) Memperkuat jaringan dan komunikasi dengan instansi terkait; (7) Restrukralisasi hubungan dan tata kelola ORMAWA FIP; dan (9) Membangun media komunikasi dan jaring aspirasi mahasiswa. Kesadaran akan ketidakmampuan diri dalam mewujudkan visi inilah salah satu yang menjadi petimbang untuk mengakhiri perjuangan di DPM, khususnya sebagai wakil ketua DPM.
Banyak persepsi bagi pengunduran diri saya, salah satu yang berkembang adalah saya tidak berada pada “jabatan strategis” (Ketua DPM). Hal ini mungkin saja benar dan mungkin saja salah. Bila hanya dengan menjadi ketua DPM adalah jalan satu-satunya membawa kemajuan dan perubahan bagi DPM dan ORMAWA FIP, maka itu Benar. Dan pasti tidak akan pernah saya usahakan sesuatu, bila saya tidak berada pada posisi tersebut. Namun, bila dimanapun tempatnya saya bisa berbuat yang terbaik, untuk menyalurkan aspirasi dan gagasan yang mampu membawa kemajuan bagi DPM FIP dan ORMAWA, maka itu Salah. Dan saya akan mengusahakan apa yang bisa saya usulkan, berikan dan lakukan hingga semangat itu luntur.
Terimakasih, untuk teman-teman DPM yang telah berupaya mengusahakan yang terbaik, tetapa semangat dan teruslah berjuang untuk mahasiswa.
Terimakasih, untuk teman-teman DPM yang telah berupaya mengusahakan yang terbaik, tetapa semangat dan teruslah berjuang untuk mahasiswa.
Terimakasih untuk semua, hanya inilah yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang mulia ini. Semoga ini menjadi bagian yang tersisa dari sebuah idealisme dan keinginan memajukan ORMAWA FIP melalui DPM FIP. Dan semoga di kepengurusan DPM tahun ini, dapat melakukan hal yang terbaik bagi kemajuan DPM dan ORMAWA FIP serta membangun pondasi yang kokoh untuk generasi mahasiswa selanjutnya. Sekali lagi, saya mohon maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh mahasiswa FIP.
“Ingatlah Aku sebagai seorang yang berbuat kesalahan, lalai dalam menjalankan tanggungjawab dan amah yang diberikan, untuk tidak diulangi semua yang telah ku lakukan ini”
“Aku adalah proses, dan tak ada hasil yang akhir dari proses”
“Berbahagialah”
Yogyakarta, 23 Januari 2011
Zaenal Irawan
NIM.07110241024
Tidak ada komentar:
Posting Komentar